Pada awal perkembangan sains, orang-orang seperti Copernicus, Kepler, Galileo & Newton berpendapat bahwa alangkah lebih baik (untuk menjelaskan), lebih mudah (secara matematika) & lebih elegan (secara filosofis) bahwa Matahari berada di pusat, sementara Bumi & planet-planet berputar mengelilingi Matahari. Semua punya penjelasan yang memuaskan, secara teori untuk mengatakan hal itu.
Tentu
tidaklah mudah memberikan bukti yang langsung bisa menjelaskan secara cespleng
bahwa Bumi berputar mengitari Matahari, bukankah lebih mudah mengatakan
kebalikannya? Tapi seperti yang telah disampaikan, itu akan menjadi tidak baik,
tidak mudah dan tidak elegan untuk menyatakan demikian. Ternyata dari
pengamatan astronomi menunjukkan bahwa memang Bumi yang mengitari Matahari.
Tidak percaya?
Bukti
pertama, adalah yang ditemukan oleh James Bradley (1725). Pak Bradley menemukan
adanya aberasi bintang.
Apa
itu aberasi bintang? Bayangkan kita sedang berdiri ditengah-tengah hujan, dan
air hujan jatuh tepat vertikal/tegak lurus kepala kita. Kalau kita menggunakan
payung, maka muka & belakang kepala kita tidak akan terciprat air bukan?
Kemudian kita mulai berjalan ke depan, perlahan-lahan & semakin cepat
berjalan, maka seolah-olah air hujan yang tadi jatuh tadi, malah membelok dan
menciprati muka kita. Untuk menghindari-nya maka kita cenderung mencondongkan
payung ke muka. Sebetulnya air hujan itu tetap jatuh tegak lurus, tetapi karena
kita bergerak relatif ke depan, maka efek yang terjadi adalah seolah-olah
membelok dan menciprat ke muka kita.
Demikian
juga dengan fenomena aberasi bintang, sebetulnya posisi bintang selalu tetap
pada suatu titik di langit, tetapi dari pengamatan astronomi, ditemukan bahwa
posisi bintang mengalami pergeseran dari titik awalnya, pergeseran-nya tidak
terlalu besar, tetapi cukup untuk menunjukkan bawha memang sebenar-nya lah bumi
yang bergerak.
Bagaimana
kita bisa menjelaskan fenomena ini? Ini hanya bisa dijelaskan jika Bumi
mengitari Matahari, dan bukan kebalikannya.Bukti ketiga adalah adanya efek
Doppler.
Sebagaimana
yang telah diperkenalkan oleh Newton, bahwa ternyata cahaya bisa dipecah
menjadi komponen mejikuhibiniu, maka pengetahuan tentang cahaya bintang menjadi
sumber informasi yang sahih tentang bagaimana sidik jari bintang (baca tulisan
saya tentang ‘fingerprint of the star’) . Ternyata pengamatan-pengamatan
astronomi menunjukkan bahwa banyak perilaku bintang menunjukkan banyak
obyek-obyek langit mempunyai sidik jari yang tidak berada pada tempat-nya.
Bagaimana mungkin? Penjelasannya diberikan oleh Bpk. Doppler (1842), bahwa jika
suatu sumber informasi ‘bergerak’ (informasi ini bisa suara, atau sumber
optis), maka terjadi ‘perubahan’ informasi. Kenapa bergeraknya harus tanda
petik? Ini bisa terjadi karena pergerakannya dalah pergerakan relatif, apakah
karena pengamatnya yang bergerak? Atau sumber-nya yang bergerak?
Demikian
pada sumber cahaya, jika sumber cahaya mendekat maka gelombang cahaya yang
teramati menjadi lebih biru, kebalikannya akan menjadi lebih merah. Ketika Bumi
bergerak mendekati bintang, maka bintang menjadi lebih biru, dan ketika
menjauhi menjadi lebih merah.
Disuatu
ketika, pengamatan bintang menunjukkan adanya pergeseran merah, tetapi di saat
yang lain, bintang tersebut mengalami pergeseran Biru. Jadi bagaimana
menjelaskannya? Ini menjadi bukti yang tidak bisa dibantah, bahwa ternyata Bumi
bergerak (bolak-balik – karena mengitari Matahari), mempunyai kecepatan,
relatif terhadap bintang dan tidak diam saja.
Dengan
demikian ada tiga bukti yang mendukung bahwa memang Bumi bergerak mengitari
matahari, dari aberasi (perubahan kecil pada posisi bintang karena laju Bumi),
paralaks (perubahan posisi bintang karena perubahan posisi Bumi) dan efek
Doppler (perubahan warna bintang karena laju Bumi).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar